Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pantun. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Juni 2013
pantun hati

pantun hati

Mentari bersinar di pagi hari
mengawali waktu membuka mata
salam sejahtera di pagi ini
smoga semua sehat senantiasa

Bertapak kaki dari belangpadang
berjalan menuju ke museum tsunami
bersajak hati pagi dan petang
melantunkan murattal al-ma'tsurat albanna

Memuji allah pagi dan petang
mestilah harus setiap saat
merindui si dia yang sudah berang
apalah daya perasaan sesaat
Sabtu, 15 Juni 2013
pantun

pantun

jam 24 di tengah malam
sudah lewat batas dihari ini
hasrat hati masih ada yang terpendam
yang masih terasa didalam hati

dunia facebook dunia maya
didalamnya curhat status curahan hati
rasanya kangen pada dirinya
ee jumpanya hanya dalam kampus

merpati tebang diatas kepala
didarussalam saat sore menjelang
gundah hati karena sidia
mantan kasihnya masih di kenang

banyak pohon berjejer di jalur dua
saat melintas di kampus jantung hati
punya pacar manis nan jelita
karna ditaksir cemburu di hati
Rabu, 12 Juni 2013
Pantun Merindu

Pantun Merindu

jika rindu pada siapa mengadu
hati merindu pada sidia
jikalau tau begini merasa rindu
lebih baik hati ditunda mencinta

kekasih hati dekat sebenarnya
namun karena jarang berjumpa
walau dikata cinta untuk sidia
hanya dirasa di dalam hati

menunggu pagi di saat subuh
menjumpa dhuha di jam sembilan
dikata ingin jumpa pada sidia
nyatanya hanya dalam perasaan

semoga rasa bertabur cinta
semoga dia juga begitu
semoga tidak hanya aku merasa
supaya tidak hanya ditanggung diriku

kalaulah jika mentari pandai bersajak
kan kutuliskan syair hati untuk dibaca
semoga saja perasaan tidak hanya sejenak
supaya kebahagiaan selamanya terasa

bunga di pucuk ingin dipetik
untuk di beri kepada pujaan hati
entah kenapa rasa hati pelik
mungkin karena jarang menjumpa

bukan malam namanya kalau tak gelap
siang hari ada mentari
bukanlah cinta bila tak lengkap
karena dia jua butuh disini

karena cinta kita terlahir
dari seorang ayah dan ibu
sekiranya dia dapat hadir
tentulah terasa senang dalam hatiku

berhadir di kota menggapai cita
merajut harap dalam hati
sidia hadir tanpa diminta
apalah dikata menjadi pujaan hati

bertahta raja dalam singga sana
berpendamping ratu nan cantik jelita
bertahta cinta didalam dada
bertajuk rasa rindu terukir dalam dada

jikalah aku dapat memutar
kuingin waktu kembali sedia kala
jikalau hati terasa hancur
karena akhirnya tak dapat bersama

gunung tinggi sigunung seulawah
dari banda aceh bisa menatap
rindu menggunung bersama resah gelisah
karena sidia tak jua kunjung tiba

bila maghrib kembali datang
mengharap bintang jadi penerang
betapa hati girang bertambah sayang
bila sipujaan hati berucap sayang

syukur ku panjat alhamdulillah
kepada pencipta semesta alam
kasih sayang ku juga bertambah
semakin hari semakin dalam