Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Juli 2018
MTQ mengubah dunia lewat tulisan

MTQ mengubah dunia lewat tulisan


PENDAHULUAN
 Musabaqah Tilawatil Qur'an yang disingkat MTQ akan segera dilaksnakan sekala nasional.* perlombaan yang dilaksanakan 2 tahun sekali ini meninggalkan kesan yang berbeda pada setiap peserta yang mengikutinya. Ada perasaan haru, bahagia dan juga sedih di masing-masing hati para peserta MTQ. Ajang apresiasi penggalian nilai-nilai al-Qur’an ini tidak hanya dilaksanakan dilevel nasional namun juga mulai dari tingkat desa sampai tingkat kabupaten/kota dan Provinsi di setiap daerah di indonesia.
 Apa yang kita pikirkan bila mendengar MTQ atau lebih populernya Musabaqah Tilawatil Qur’an? Ya, mungkin semua sepakat perlombaan membaca Alqur’an. Namanya juga Musabaqah Tilawah (membaca) Qur’an pastinya mempertandingkan pembacaan alqur’an. Membaca didepan khalayak atau di arena menampilkan suara merdu, nyaring sehingga menyihir penonton dari luar Arena. Tapi tahukah kita walaupun dinamakan Musabaqah Tilawatil Qur’an namun tidaklah hanya tilawah saja dipertandingkan. Ada cabang-cabang lain yang berdampingan selainnya. seperti Hifz al-Qur`ân, Tafsîr al-Qur`ân, Khat al-Qur`ân, Fahm al-Qur`ân, dan Syarh al-Qur`ân dan terakhir Menulis Maqalah Qur’an (MMQ/M2IQ/M2KQ).
MMQ merupakan cabang musabaqah yang menitikberatkan pada kemampuan menulis dengan mengeksplorasi isi kandungan al-Qur’an. Cabang yang terakhir ini memiliki keunikan tersendiri dibanding cabang lainnya. Hal ini peserta disibukkan menyiapkan buku-buku sebagai alat dalam pertandingandan membuat makalah. Ditambah dengan sebagai cabang termuda diantara cabang-cabang lainnya. Peserta yang ikut juga biasanya yang pandai menulis dan rata-rata mahasiswa yang pernah mengerjakan makalah di kampus. Penulis teringat peserta aceh yang menjadi juara 1 Provinsi tahun 2015 dan menjadi peserta di MTQ nasional di Mataram juga seorang mahasswa di UIN ar-Raniry banda Aceh. Beginilah MMQ cabang yang melahirkan penulis menggali dan menjawab melalui al-Qur’an.
Sejarah MMQ
            Awalnya MMQ dinamakan Musabaqah Menulis Kandungan isi Alqur’an (M2KQ) kemudian pada tahun 2012 berubah menjadi Musabaqah Makalah  Ilmiah Alqur’an (M2IQ) namun pada tahun 2014 berubah menjadi Musabaqah Makalah Alqur’an (MMQ). walaupun berubah dari segi nama tidaklah berubah subtansi dari MMQ/M2IQ/M2KQ itu sendiri. Setiap karya diharuskan mengeksplor alqur’an dan tidak hanya menulis seperti makalah pada umumnya di kampus.
Mungkin kita bertanya siapakah penggagas sehingga lahirnya MMQ/M2IQ/M2KQ? Penulis mencoba menelusuri lebih lanjut tentang siapakah menggas MMQ itu sendiri dan akhirnya saya temukan pada sebuah Blog sederhana dari peserta M2IQ di Jawa Timur bahwa yang menggagas MMQ ialah seorang guru besar di UIN Sunan Gunung Djati Bandung ialah Prof. Dr. Asep Saepul Muhtadi.( Lihat http://colectioninfo.blogspot.co.id/2012/11/mtq-cabang-m2iq-atau-m2kq.html)
Profesor menjelaskan bahwa, menulis itu memiliki keuntungan jangka panjang, hasil tulisan bisa diwariskan ke anak cucu, berbeda dengan cabang lain yang hanya bisa dinikmati di saat MTQ saja, tapi karya MMQ bisa dinikmati sampai kapanpun. Karena manfaatnya yang begitu besar, LPTQ pusat tak kuasa menolak untuk membuat cabang menulis ini di setiap gelaran MTQ. MMQ ini adalah salah satu usaha untuk peduli terhadap pemahaman Al-Qur’an atau dalam bahasa lain “ orang yang paham agama dan menuliskannya “ dalam bahasa lain “penulis yang mengerti agama dan bagus tulisannya” maka menulislah ia.
Di aceh sendiri cabang ini baru di perlombakan uji coba pada tahun 2009 dan pesertanya dipilih mengingat belum adanya diikutkan pada tahun sebelumnya. Namun tahun-tahun setelahnya cabang ini bak jamur dimusim hujan, karena tidak terlalu sulit bagi LPTQ daerah untuk mencari bibit, peserta yang diminta mengisi cabang ini biasanya para mahasiswa kampus karena memang mahasiswa selalu bergelut yang namanya makalah.

MMQ : menulis, menjawab persoalan melalui perspektif Alqur’an
Menulis memang suatu kegiatan yang menarik dan menyenangkan, tapi tentunya tidak semua orang merasakan hal yang sama, karena belum tentu setiap orang menyenangi kegiatan menulis. Bagi yang menyenangi kegiatan ini ia dapat megapresiasikan apa yang ada dalam benaknya, dan mengaplikasikannya pada kata-kata. Sejalan dengan MMQ berupaya membumikan al-Qur’an melalui tulisan dan menjawab tantangan dan tuntutan dalam perspektif al-Qur’an itu sendiri.
Menulis makalah qur’an atau MMQ mencoba menjawab masalah dengan menggali alqur’an dan mengeksplor alqur’an untuk mencari solusi, MMQ tidak hanya sekedar menulis makalah, tapi ia memiliki kekuatan ilmiah menjawab tantangan bangsa. Pemakalah tidak hanya sekedar menulis, namun ia dituntut untuk menjawab persoalan melalui dua tema besar yang diberikan panitia pelaksana kepadanya. Apa yang menjadi pembeda makalah Alqur’an dengan makalah kampus? Pembedanya terlihat dari sifat tulisannya reflektif refrensial, bersifat tematik (berpacu kepada tema), menggunakan kaidah popular (Panduan MMQ 2015).

MMQ ajang Kaderisasi penulis.
Cabang MMQ sebagai sarana melahirkan kader penulis handal. Terbukti para peserta mampu mempersiapkan tulisan 10-15 halaman dalam waktu singkat maksimal waktu 10 jam menggunakan Tik portable (mesin ketik zaman) mungkin kalau saat ini sudah sulit mencarinya dengan digesernya oleh laptop dan sejenisnya. Pembuatan makalah dalam rentang waktu maksimal 10 jam, ini bukanlah perkara mudah mengerjakan tulisan 15 halaman menggunakan mesin tik. Pemakalah diwajibkan menulis dari awal dan tidak diperbolehkan membawa karya yang telah siap diketik untuk disalin, ini merupakan pelanggaran dalam pertandingan dalam membuat makalah. Namun demikian sudah terlebih awal pihak panitia memberikan 2 tema besar yang menjadi acuan bagi peserta dalam meramu makalahnya dalam MTQ tersebut.
Kehadiran MMQ ini upaya melahirkan kader-kader penulis seperti ulama masa lampau melakukan kegiatan menggali dan menuliskan menjawab persoalan melalui alqur’an. Begitu banyak persoalan bangsa yang belum terselesaikan, maka perlu kembali  meninjau kepada pedoman umat Islam yang telah Allah turunkan melalui rasulnya kepada Umatnya yaitu alqur’an dan al-hadits. Dengan perhelatan MTQ ini diharapkan karya peserta sebagai referensi solusi terhadap permasalahan dimasa kini maupun akan datang. Melalui karya makalah peserta yang telah ditulis tentunya menjadi semangat baru bagi nusa dan bangsa dan tentunya aceh sendiri. Oleh karena itu agar karya tidak sekedar sebagai pajangan perlunya publikasi agar dapat dibaca oleh khalayak umum. Sesuai dengan harapan sang guru besar dapat dinikmati anak cucu dimasa kini dan akan datang.




* MTQ Nasional ke 27 di di Medan Sumatera Utara, dilaksanakan Oktober 2018.
Minggu, 16 Juni 2013
Reusme bab 4 Deteksi dini dan intervensi anak berkebutuhan khusus

Reusme bab 4 Deteksi dini dan intervensi anak berkebutuhan khusus



Dewasa ini upaya membantu menemukan hambatan dalam perkembangan anak melalui deteksi dini dapat dilakukan dengan bantuan lembaga pendidikan anak usia dini. Khususnya anak 0-6 tahun.
Deteksi dini anak berkebutuhan khusus
Salah satu metode yang digunakan mendteksi  dini anak berkebutuhan khusus adalah DDST II (denver development screening test II)Alat menemukn secara dini  masalah penyimpangan perkembangan anak umur 0-6 TH. Untuk melakukan pemeriksaaan fisik. Namun lebih kearah membandingkan  kemampuan dengan anak lain seumurannya. DDST II dapat digunakan untuk memastikan ada tidaknya kelainan pada anak untuk memonitor . resiko terhadap perkembangan anak meliputi : personal sosial, motorik kasar, bahasa dan motorik halus.[1]penyandang ini seakan hidup didunianya sendiri
Deteksi dni autism
Autism ialah auto(bahas spanyol) berarti sendiri penyandang yang seakan-akan dia berada pada dunianya sendiri maria ulfa : 2012
Metode untuk  mendeteksi perilaku autistic  yaitu the chat screen. Sngat baik digunakan usia dibawah 3 tahun dan chek list  dari ICD -10- WHO adalah alat deteksi dini untuk membuat diagnose pasti.[2]
Mendeteksi anak Gifted
Anak berbakat atau gifted ialah mereka yang mampu mencapai prestasi tinggi karena mmpunyai kemampuan yang unggul.[3] Cara untuk mendeteksi anak kedalam gifted denggan mengenal cirri-ciri anak berbakat  yaitu intelektualitas, kreativitas, dan motivasi.
Test yang digunakan yaitu:
1.       Test intelegensi mengukur kemampuan intelektual dapat mengunakan WISC (Wechsler intelegence scales for cildren) atau tes kelompok SRA atau test kelompok.
2.       Test prestasi
3.       Nominasu guru
4.       Nominasi teman sebaya
5.       Nominasi orang tua
6.       Nominasi diri sendiri
Mengenali  kelainan penglihatan
        Vision screening atau pemeriksaan ketajaman dengan menggunakan snelen chart.  Kartu dirancang  untuk mengukur jarak, ketajaman pusat penglihatan.
Intervensi dini
        Intervensi dini segala langkah dantindakan yang lebih baik dari langkah awal atau deteksi dini. Manfaat deteksi dini sangat penting karena pendidik /terfis mampu menyesuaikan  kebutuhan  anak secara individual. Memberikan solusi  agar anak bisa berkembang secara optimal, aktif secara sosial dengan teman sebaynya, mampu meningkatkan kemampuan diri dan mampu beradaftasi dengan lingkungan secara mandiri sesuai dengan perkembangannya.


[1] Maria ulfa psikologi anak berkebutuhan khusus ed 1 ( Banda Aceh: LPMP, 2012) hlm.69
[2] Maria ulfa psikologi anak berkebutuhan khusus ed 1 ( Banda Aceh: LPMP, 2012) hlm 73
[3] Hal. 62
Sabtu, 13 Oktober 2012
Islam sebagai Rahmatan lil-alamin

Islam sebagai Rahmatan lil-alamin

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Agama berasal dari kata sanskerta[1] yaitu A artinya tidak sedangkan Gama artinya kacau. maka jika digabungkan kedua kata tersebut menjadi kata “tidak kacau”. Atau dalam metodologi studi islam Abuddin Nata (2009) yang beliau kutip pendapat Harun Nasution agama ialah dasar kata A artinya tidak sedangkan Gama artinya pergi, jadi agama tidak pergi tetap ditempat diwarisi secara turun temurun.
Sementara salam artinya keselamatan, taslim artinya penyerahan, salam artinya memelihara, sullami artinya titian dan silm artinya perdamaian. dan Dinul Islam mengandung pengertian peraturan yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada para rasul untuk ditaati dalam rangka menciptakan keselamatan, kesejahteraan dan perdamaian bagi umat manusia.[2]
 Dalam alqur’an telah tergambarkan bagaimana agama dinul islam terdapat dalam surah ali-imran ayat 19 dibawah ini
¨bÎ) šúïÏe$!$# yYÏã «!$# ÞO»n=óM}$# 3 [3]
Yang artinya Sesungguhnya addin (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.

Sebagai Agama Dakwah  yang menyerukan kepada jalan ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, islam telah mengajarkan alqur’an  sebagai pedoman hidup dan ditambah dengan hadis rasululah.
 Tujuan dakwah islam adalah menjadikan masyarakat islam beriman kepada allah SWT jiwanya bersih diikuti oleh perbuatannya yang sesuai dengan ucapan batinnya.[4]

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Islam sebagai Agama Dakwah

Islam sebagai agama dakwah ditandai dengan anjuran untuk umatnya yang memeluk agama islam untuk berdakwah sebagai mana dalil dalam alqur’an surah ali-imran berikut ini
`ä3tFø9ur öNä3YÏiB ×p¨Bé& tbqããôtƒ n<Î) ÎŽösƒø:$# tbrããBù'tƒur Å$rã÷èpRùQ$$Î/ tböqyg÷Ztƒur Ç`tã ̍s3YßJø9$# 4 y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd šcqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÊÉÍÈ  
Yang artinya  dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.

[217] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.
                Bisa kita melihat ayat  didalam alqur’an ini, Allah sendiri yang menganjurkan kepada kita, bahwa semestinya ada sekelompok orang yang berdakwah dan inilah menandakan islam sendiri sebagai Agama dakwah. Agama yang menyerukan untuk berbuat ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar untuk manusia menjalani kehidupan ini dengan aman dan sentosa.
            Menurut  A. Hasjmy (1974) Islam membina bukan meruntuhkan, islam mengumpulkan, bukan memburai islam mengandung unsur  kebaikan yang akan memberi kepada penduduk bumi jalan kehidupan damai[5].
            Dalam surat albaqarah telah di jelaskan bahwa
!$¯RÎ) y7»oYù=yör& Èd,ysø9$$Î/ #ZŽÏ±o0 #\ƒÉtRur ( Ÿwur ã@t«ó¡è@ ô`tã É=»ptõ¾r& ÉOŠÅspgø:$# ÇÊÊÒÈ  
119. Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.
            Pada ayat ini Allah swt. Menjelaskan bahwa rasulullah sebagai pesuruhnya sekaligus Rasul kita untuk pembawa berita gembira yang artinya rasulullah untuk berdakwah.
            Dakwah islam merupakan ajakan untuk berpikir, berdebat dan berargumen, dan untuk menilai suatu kasus yang muncul. Dakwah islam tidak dapat disikapi dengan keacuhan kecuali oleh orang bodoh atau berhati dengki. hak berpikir merupakan sifat dan milik semua manusia. Tak ada orang yang dapat meningkarinya.[6]
            Dalam dialog internasional tentang dakwah islam dan misi Kristen pada tahun 1976,  ismail al-faruqi dari universitas temple philadelpia, USA merumuskan sifat-sifat dasar dakwah sebagai berikut :
1.      Dakwah bersifat persuasive, bukan koersif
2.      Dakwah ditujukan kepada pemeluk islam dan non islam
3.      Dakwah adalah anamnesis, yakni berupaya menembalikan fitrah manusia
4.      Dakwah bukan prabawa psikotropik
5.      Dakwah adalah rational intellection
6.      Dakwah adalah rational necessary

B.     Hubungan Islam sebagai agama Rahmatan lil’alamin
Misi islam sebagai agama rahmatanlil’alamin atau sebagai rahmat untuk seluruh alam di kemukakan sebagai berikut :
Pertama, islam sebagai agama rahmatan lil’alamin dari kata makna islam itu sendiri yakni masuk kedalam perdamaian,[7] islam agama yang damai bukan sebagai agama teroris seperti yang diungkapkan orang barat karena mereka hanya menilai dari satu segi saja. Islam agama perdamaian dua pokok ajarannya yaitu keesaan allah dan kesatuan perdamaiaan dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia, menjadi bukti yang nyata bahwa agama islam selaras enar denan namanya.[8]
Kedua, islam sebagai agama rahmatan lil’alamin dilihat dari perannya menanani problematika agama, sosia, ekonomi, politik, hukum, pendidikan, kebudayaan, dan sebagainya[9]. Dan dari semenjak datangnya kedunia ini sejak 14 abad lalu islam hadir bukan saja membawa ajaran tentang tauhid melainkan islam juga berhubungan erat dengan social manusia dan alam semesta. Dibidang politik Yang dimana sebelum islam hadir sistem yang dianut adalah system kerajaan yang dimana rajalah yang menatur semua urusan masyarakat. Dan bahkan yang paling terkenal ada raja yang menaku tuhan dimasa nabi musa yaitu fur’aun. Dibidang ekonomi islam mengatur urusan perdagangansupaya tidak terjadi pengurangan takaran/timbangan, Menipu, monopoli, kapitalisme, karean akibat system ekonomi yang demikian akan memwa kesenjangan didalam masyarakat.
Ketiga, misi islam sebagai agama rahmatan lil’alamin bidang sosial, islam mengajarkan sifat kesetaraan antara manusia dengan manusia lain. Yang hanya membedakan manusia disisi Allah ialah imannya seperti dalam alqur’an[10]
$pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# $¯RÎ) /ä3»oYø)n=yz `ÏiB 9x.sŒ 4Ós\Ré&ur öNä3»oYù=yèy_ur $\/qãèä© Ÿ@ͬ!$t7s%ur (#þqèùu$yètGÏ9 4 ¨bÎ) ö/ä3tBtò2r& yYÏã «!$# öNä39s)ø?r& 4 ¨bÎ) ©!$# îLìÎ=tã ׎Î7yz ÇÊÌÈ  
13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Keempat, dibidang Ekonomi islam juga menjadi rahmat, dalam islam bersendikan asas keseimbangan, dan dalam islam sendiri mengajarkan berdagang dengan cara jujur.
(#qèù÷rr&ur Ÿ@øs3ø9$# #sŒÎ) ÷Läêù=Ï. (#qçRÎur Ĩ$sÜó¡É)ø9$$Î/ ËLìÉ)tFó¡ßJø9$# 4 y7Ï9ºsŒ ׎öyz ß`|¡ômr&ur WxƒÍrù's? ÇÌÎÈ  
35. dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.[11]
Kelima,dibidang politik islam menyuruh pemerintah bersikap adil, bijaksana terhadap rakyatnya, mendahulukan kepentingan rakyatnya. Dalam islam kepemimpinan adalah amanat.
Keenam, dibidang hukum islam menyuruh seoran hakim berlaku adil dan bijaksana dalam memutuskan perkara tanpa memadang perbedaan kepada yang sedang perkara[12]
Ketujuh, praktik hubungan islam dengan non-islam telah terjadi semasa dengan rasulullah, dimana masa rasulullah hubungan yang harmonis terjadi dengan nonislam dalam masyarakat madinah.


[1] Bahasa sanskerta dalam buku Filsafat Dakwah Ilmu Da’wah dan Penerapannya karangan ki M. A. Machfoell (Jakarta, bulan bintan, 1975) hal.134 buku ini bisa dilihat diperpustkaan IAIN ar-raniry.
[3] Potongan ayat al-qur’an surah ali-imran ayat 19.
[4] Syukri syamaun Dakwah Rasional (Banda Aceh, arraniry press, 2007) Hal.17
[5] A. hasjmy Dustur Dakwah, (Jakarta, bulan bintang, 1974) Hal.35
[6] Munzier suparta dan Harjani Hefni (Ed), Metode dakwah (Jakarta, Kencana. 2006) Hal.31
[7]  Abuddin Nata, metodologi studi islam, Edisi revisi (Jakarta : Rajawali press. 2009) Hal.96
[8] Ibid hal.98
[9] Ibid Hal.100
[10] Al-hujurat (49) : 13
[11]  QS al-isra (17):35
[12] Ibid Hal.108